Jalan Sehat di Car Free Day, Warga IKM Berbaur Bersama Puluhan Ribu Warga di Pekanbaru

Minggu pagi di Kota Pekanbaru terasa berbeda. Sejak matahari mulai menghangatkan kota, ribuan orang telah memadati ruas-ruas jalan utama untuk menikmati Car Free Day. Di tengah lautan masyarakat itu, ribuan warga yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Riau hadir dengan semangat kebersamaan, menyatu bersama puluhan ribu warga tanpa sekat.


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB itu menjadi salah satu rangkaian Baralek Gadang Minang Riau. Suasana penuh keakraban tampak sepanjang perjalanan peserta yang memulai rute dari GOR Tribuana, melintasi Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Jenderal Sudirman, sebelum kembali ke titik awal.


Ketua Panitia, H. Jhon Satri, SH., MH., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang memperlihatkan eratnya hubungan masyarakat Minang dengan seluruh warga Pekanbaru.
"Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Minang selalu mampu berbaur dengan siapa saja. Nilai itu sejalan dengan falsafah adat Minangkabau, 'Dimano bumi dipijak, disinan langik kito jujuang', yakni menghormati adat dan budaya di tempat kita berpijak," ujarnya.


Ribuan peserta yang mengikuti kegiatan datang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Kontingen terbesar berasal dari Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar yang masing-masing mengirim hampir seribu peserta, sementara daerah lainnya turut mengirim ratusan peserta sebagai bentuk dukungan terhadap perhelatan budaya tersebut.


Semarak Car Free Day semakin terasa karena bertepatan dengan Festival Kue Talam Terpanjang di Dunia yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru. Hamparan kue talam sepanjang sekitar 1,1 kilometer membentang di Jalan Jenderal Sudirman dan berhasil mencatatkan rekor MURI. Ribuan masyarakat memadati kawasan itu untuk menyaksikan sekaligus menikmati sajian khas yang menjadi kebanggaan daerah.


Festival tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPP IKM, Andre Rosiade, yang turut menyaksikan antusiasme masyarakat dalam merayakan kebersamaan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut rekor MURI itu menjadi hadiah istimewa bagi Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat dalam merawat budaya serta memperkuat identitas kota.


Di penghujung kegiatan, jalan-jalan utama kembali lengang. Namun semangat kebersamaan yang terbangun sepanjang Minggu pagi itu meninggalkan kesan mendalam—bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan, saling menguatkan, dan menjadi energi positif bagi Kota Pekanbaru.