www.riaureportase.com
13:04 WIB - KPID Riau Bentuk Pokja Pengawasan Siaran Pilkada 2018 | 21:20 WIB - Terungkap Rahasia Sukses dan Selalu Diberi Kemudahan, Ini Dia | 20:51 WIB - KPID Riau Apresiasi Rubrik Khusus Penyiaran Pilkada RRI Pro 1 | 17:07 WIB - Dibuka Kepala SKK Migas, Wartawan PWI Menangkan Empat Sepeda | 06:58 WIB - Ustadz Somad Sebut Semua Pasangan Calon Adalah Putra Terbaik Riau | 16:16 WIB - Polda Riau Gesa Kelengkapan Berkas Dua Korporasi Pembakar Lahan
Rabu, 21 Februari 2018
Follow: Google+
 
Pekanbaru Nilai Tertinggi UN SMP
Rabu, 10/06/2015 - 14:23:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Pekanbaru Nilai Tertinggi UN SMP
  •  

    PEKANBARU-Hasil ujian nasional (UN) SMP sederajat diumumkan serentak secara nasional. Di Riau, sebanyak 104.950 siswa sudah tak sabar menantikan hasil kelulusan dan hasil ujian yang mereka raih.

    Kepala Dinas Pendidikan (Kadisidik) Provinsi Riau Dr Kamsol mengatakan, seperti halnya SMA sederajat, hasil UN SMP tidak lagi menentukan kelulusan. Hasil UN hanya sebagai tambahan dalam keputusan lulus atau tidaknya seorang siswa. Dan ini ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan.

    "Pengumuman untuk Riau diserahkan kepada kebijakan Disdik kabupaten/kota dan masing-masing sekolah," ujar Kamsol menjawab Riau Pos, Selasa (9/6/2015).

    Disebutkan Kamsol, berdasarkan hasil nilai UN SMP dan MTs, Pekanbaru meraih nilai tertinggi rata-rata mengungguli 11 kabupaten/kota lainnya. Untuk tingkat SMP, Pekanbaru menjadi pemuncak dengan nilai rata-rata 306,30. Diikuti Rokan Hulu (Rohul) 291,22, Kampar 276,04, Pelalawan 272,96, Bengkalis 272,07, Indragiri Hilir (Inhil) 269,62, Siak 262,49, Kepulauan Meranti 258,02, Dumai 244,66, Kuantan Singingi (Kuansing) 240,40, Indragiri Hulu (Inhu) 37,59, dan Rokan Hilir (Rohil) 221,13.

    Untuk MTS, Pekanbaru kembali di posisi teratas dengan nilai rata-rata 284,63. Disusul Kampar 281,27, Inhil 269,19, Pelalawan 257,42, Bengkalis 257,01, Meranti 255,60, Rohul 255,12, Siak 252,44, Inhu 240,30, Kuansing 237,72, dan Dumai 217,92.

    Sementara itu, nilai tertinggi UN SMP diraih Wilsen Widal Kho dari SMP Darma Yudha, Pekanbaru. Ia membukukan nilai 10 untuk tiga mata pelajaran, matematika, IPA, dan Bahasa Inggris, sementara untuk nilai bahasa Indonesia 9,2 dengan total nilai 392. Peringkat dua diraih Hans Ryan Pakpahan dari SMP Santa Maria Pekanbaru dengan total nilai 387. Sementara peringkat tiga diraih Marcelline Audrey Jovita dari SMP Darma Yudha dengan total nilai 385.

    Sedangkan peraih nilai UN MTS tertinggi diraih Syam Mega Putri (MTsN Pekanbaru) dengan total nilai 378,5. Disusul Salwa Kamilia Cahyaning Hidayat (MTsS Al Ittihadiyah Pekanbaru) dengan total nilai 378,5. Sementara peringkat tiga adalah Adhea Fathur (MTsN Pekanbaru) dengan total nilai 377.

    Terkait dominasi SMP swasta sebagai peraih nilai tertinggi, Kamsol menyebut hal ini sebagai suatu yang wajar. Hal tersebut dikarenakan sekolah swasta sekarang memiliki banyak kemajuan. Terutama dari segala fasilitas yang dimiliki.

    "Itu hal yang wajar. Jika tidak, mereka akan ditinggalkan dan sulit bersaing dalam menarik minat siswa untuk masuk ke sana. Dengan fasilitas lengkap tentu akan mendukung pendidikan yang baik," katanya.

    Namun demikian, sambung mantan Sekretaris Bappeda Riau itu, tidak bisa dipungkiri banyak juga sekolah swasta yang pembiayaannya masih lemah. Ini dikarenakan bersumber sepenuhnya dari masyarakat, di mana kemampuan masyarakat Riau sepenuhnya tidak sama dan merata.

    Disinggung kenapa sekolah negeri tidak bisa memiliki fasilitas yang sama dengan swasta dari kelengkapan sarana prasarana. Menurut Kamsol, hal tersebut sedang diupayakan. Sehingga bisa dilakukan pemerataan pendidikan. Lebih lanjut, dikatakan Kamsol, hasil nilai UN 2015 tingkat SMP sederajat bukanlah akhir dari proses pendidikan. Dia berharap anak-anak Riau dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Sehingga jangan ada yang putus sekolah dan tidak melanjutkan ke jenjang SMA sederajat.

    "Kami berharap seluruh tamatan SMP sederajat bisa lanjut semua ke tingkat SMA. Sehingga dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah karena kita sudah menuju kepada wajib belajar 12 tahun, menuju Riau Cerdas 2018," tambah Kamsol, dikutip riaupos.

    Dalam pengumuman kelulusan hari ini, Kadisbuddikdasmen Provinsi Riau mengimbau kepada seluruh siswa, seluruh orang tua murid dan pihak sekolah melalui Disdik kabupaten/kota supaya tidak merayakan dengan berlebihan. Dia meminta agar janganlah menyambut kelulusan dengan hura-hura, konvoi sampai coret-coretan.

    "Karena pendidikan dasar SMP/MTS itu bukanlah suatu tujuan yang ingin dicapai tapi ini adalah jalan dan langkah awal untuk menentukan harapan dan cita-cita dan kemandirian untuk hidup yang lebih baik," ajaknya. (*)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan EMAIL: redaksi.riaureportase@gmail.com atau (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pekanbaru Nilai Tertinggi UN SMP
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    KANAL & RUBRIK : NEWS PEMERINTAHAN PARLEMEN HUKRIM REPORTASE OTO TEKNO
    PROPERTI EDUKASI SPORT NASIONAL LIFESTYLE

    © 2015 www.riaureportase, All Rights Reserved
    PEMERINTAHAN : PEKANBARU SIAK BENGKALIS INHU MERANTI PILKADA PEMERINTAHAN PARLEMEN
    MANAJEMEN : REDAKSI DISCLAIMER PEDOMAN