www.riaureportase.com
21:20 WIB - Terungkap Rahasia Sukses dan Selalu Diberi Kemudahan, Ini Dia | 20:51 WIB - KPID Riau Apresiasi Rubrik Khusus Penyiaran Pilkada RRI Pro 1 | 17:07 WIB - Dibuka Kepala SKK Migas, Wartawan PWI Menangkan Empat Sepeda | 06:58 WIB - Ustadz Somad Sebut Semua Pasangan Calon Adalah Putra Terbaik Riau | 16:16 WIB - Polda Riau Gesa Kelengkapan Berkas Dua Korporasi Pembakar Lahan | 15:17 WIB - Inilah 10 Orang Terkaya Indonesia Tahun 2016
Minggu, 18 Februari 2018
Follow: Google+
 
Akbar Tandjung Tawarkan Opsi Selamatkan Kader Golkar di Pilkada Melalui Jalur KMP
Minggu, 14/06/2015 - 14:46:54 WIB
Akbar Tanjung
TERKAIT:
 
  • Akbar Tandjung Tawarkan Opsi Selamatkan Kader Golkar di Pilkada Melalui Jalur KMP
  •  

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar versi Munas Riau 2009, Akbar Tandjung, menawarkan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kepada Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical). Opsi Munaslub perlu diambil bila Golkar masih genting sampai awal Juli jelang pendaftaran Pilkada serentak 2015. Tapi kalau opsi itu tak juga bisa terwujud, dia menyarankan kader Golkar "diselamatkan" melalui jalur Koalisi Merah Putih (KMP).

    Hal itu dikatakan Akbar di arena Rapimnas VIII Golkar, Hotel Shangri La, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (14/6/2015) dinihari.  "Mudah-mudahan saja apa yang disampaikan Ketum (Ical) bisa kita penuhi (ikut dalam Pilkada 2015). Tapi kalau tidak dan sampai batas waktu, saya katakan tanggal 1 Juli atau awal Juli, kita harus konsolidasi kembali," katanya.

    Menurutnya, harapan Golkar bisa ikut Pilkada dan kubu Ical menang sampai putusan inkrah tak bisa disikapi secara mentah "taken for granted". Harus ada suatu strategi jalan keluar (exit strategy) bila kemungkinan terburuk menghadang. "Saudara Ketum tolong pikirkan itu. Kalau tiba-tiba ternyata Menkum HAM mengeluarkan (mengesahkan kepengurusan yang berhak ikut Pilkada) nama yang selama ini dia sebut- sebut Agung, nah kita tidak bisa berbuat apa-apa," kata Akbar seperti dilansir detik.com.

    Menurutnya, selesai sudah usaha kubu Ical, jika yang berhak menandatangani usulan calon kepala daerah adalah Agung Laksono. Artinya Golkar yang sah adalah kubu Agung. Maka tawaran Munaslub bisa menjadi solusi karena pendaftaran Pilkada akan digelar pada 26 28 Juli. "Bilamana partai dalam keadaan terancam, kegentingan memaksa, maka kita bisa melakukan Munas dengan persetujuan duapertiga DPD I dan dukungan DPD II. AD/ ART kita mengatakan begitu. Munas itu bisa kita sebut Munaslub," papar mantan ketua DPR itu.

    Sesuai amanat Mahkamah Partai Golkar, Akbar menyebut, Munas selambat-lambatnya diadakan 2016. Akbar ingin agar opsi Munas atau bisa juga disebut Munaslub itu diperhatikan. "Waktu itu penting betul. Kalau sampai awal Juli belum ada tanda-tanda, maka kita harus mengambil terobosan sebagai exit strategy. Kalau ada gelagat pihak sana (Agung) masih main mata dengan Menkum HAM, kita perhatikan betul. Saudara Ketum harus memikirkan itu," tutur Akbar.

    Namun jika loyalis Aburizal tetap terhambat untuk mencalonkan diri, maka Akbar menyarankan mereka mencalonkan diri lewat jalur perorangan. Namun kader tersebut harus kembali ke Golkar bila sudah berhasil jadi kepala daerah. Seburuk-buruknya opsi, kepala daerah tersebut maju saja lewat partai bersama parpol Koalisi Merah Putih (KMP). "Tapi jangan bikin komitmen dulu. Tetapi begitu tidak mungkin kita ikut Pilkada, bisa mungkin itu (koalisi dengan partai KMP) dipertimbangkan," ucap Akbar.***

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan EMAIL: redaksi.riaureportase@gmail.com atau (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Akbar Tandjung Tawarkan Opsi Selamatkan Kader Golkar di Pilkada Melalui Jalur KMP
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    KANAL & RUBRIK : NEWS PEMERINTAHAN PARLEMEN HUKRIM REPORTASE OTO TEKNO
    PROPERTI EDUKASI SPORT NASIONAL LIFESTYLE

    © 2015 www.riaureportase, All Rights Reserved
    PEMERINTAHAN : PEKANBARU SIAK BENGKALIS INHU MERANTI PILKADA PEMERINTAHAN PARLEMEN
    MANAJEMEN : REDAKSI DISCLAIMER PEDOMAN