www.riaureportase.com
21:20 WIB - Terungkap Rahasia Sukses dan Selalu Diberi Kemudahan, Ini Dia | 20:51 WIB - KPID Riau Apresiasi Rubrik Khusus Penyiaran Pilkada RRI Pro 1 | 17:07 WIB - Dibuka Kepala SKK Migas, Wartawan PWI Menangkan Empat Sepeda | 06:58 WIB - Ustadz Somad Sebut Semua Pasangan Calon Adalah Putra Terbaik Riau | 16:16 WIB - Polda Riau Gesa Kelengkapan Berkas Dua Korporasi Pembakar Lahan | 15:17 WIB - Inilah 10 Orang Terkaya Indonesia Tahun 2016
Minggu, 18 Februari 2018
Follow: Google+
 
Dewan Minta Pelaku PETI Dibina, bukan Ditertibkan
Sabtu, 08/08/2015 - 05:50:40 WIB

TERKAIT:
 
  • Dewan Minta Pelaku PETI Dibina, bukan Ditertibkan
  •  

    PEKANBARU - Komisi D DPRD Riau meminta agar penambang emas ilegal seperti yang banyak terlihat di sepanjang sungai di Kuantan Singingi untuk dirangkul dan dibina oleh pemerintah kabupaten setempat, bukan dengan ditertibkan tanpa solusi.

    "Pertambangan Tanpa Izin (PETI) itu tambang masyarakat. Pemerintah harus merangkul masyarakat, tidak dengan ditertibkan. Kalau ditertibkan tidak bisa, sama dengan pedagang karena mereka mencari makan. Ini urusan perut," kata Sekretaris Komisi D DPRD Riau, Asri Auzar di Pekanbaru, Kamis (6/8/2015).

    Menurutnya penambang itu dirangkul dan diberi pengarahan atau istilahnya dikasih "bapak angkat". Hal itu bisa dilakukan dengan membuat suatu perusahaan oleh Pemerintah Provinsi Riau ataupun Pemkab Kuansing.

    Kemudian perusahaan itu yang mengurus dan memenuhi izinnya. Sementara biarkan penambang yang bekerja dan perusahaan sebagai penampung hasil tambang.

    "Sampai dengan tiga tahun mereka diusahakan mereka tidak bekerja lagi secara ilegal," ujarnya.

    Politisi Demokrat ini berharap masyarakat tidak menambang secara ilegal karena juga berdampak pada kesehatan. Ahli lingkungan, kata dia, pernah mengungkapkan bahwa dalam 20 atau 30 tahun ke depan akan ada pencemaran pada air sungai itu. 

    "Masyarakat sekitar tambang emas bisa menderita penyakit kanker karena ada bahan kimia yang dialirkan sungai itu yaitu air raksanya. Sekarang pencemaran tidak nampak, tapi 30 tahun ke depan," sebutnya.

    Pemkab Kuansing sendiri sudah melakukan sosialisasi pemberatasan PETI di seluruh kecamatan yang berakhir awal Januari 2014. Namun masih saja terlihat aktivitas tersebut hingga ada beberapa penambang yang diamankan oleh pihak kepolisian. (*)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan EMAIL: redaksi.riaureportase@gmail.com atau (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Dewan Minta Pelaku PETI Dibina, bukan Ditertibkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    KANAL & RUBRIK : NEWS PEMERINTAHAN PARLEMEN HUKRIM REPORTASE OTO TEKNO
    PROPERTI EDUKASI SPORT NASIONAL LIFESTYLE

    © 2015 www.riaureportase, All Rights Reserved
    PEMERINTAHAN : PEKANBARU SIAK BENGKALIS INHU MERANTI PILKADA PEMERINTAHAN PARLEMEN
    MANAJEMEN : REDAKSI DISCLAIMER PEDOMAN