www.riaureportase.com
13:04 WIB - KPID Riau Bentuk Pokja Pengawasan Siaran Pilkada 2018 | 21:20 WIB - Terungkap Rahasia Sukses dan Selalu Diberi Kemudahan, Ini Dia | 20:51 WIB - KPID Riau Apresiasi Rubrik Khusus Penyiaran Pilkada RRI Pro 1 | 17:07 WIB - Dibuka Kepala SKK Migas, Wartawan PWI Menangkan Empat Sepeda | 06:58 WIB - Ustadz Somad Sebut Semua Pasangan Calon Adalah Putra Terbaik Riau | 16:16 WIB - Polda Riau Gesa Kelengkapan Berkas Dua Korporasi Pembakar Lahan
Senin, 22 Oktober 2018
Follow: Google+
 
Soal HET Elpiji, Pemko Pekanbaru Surati Plt Gubri
Sabtu, 15/08/2015 - 06:19:17 WIB

TERKAIT:
 
  • Soal HET Elpiji, Pemko Pekanbaru Surati Plt Gubri
  •  

    PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mengaku akan mengirim surat kepada gubernur Riau terkait dengan imbauan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) elpiji subsidi tiga kilogram karena sampai saat ini masih Rp16.000 per tabung.

    "Kita akan surati, karena dalam surat keputusan (SK) yang dikeluarkan pelaksana tugas gubernur Riau berbeda dengan SK sebelumnya. Yang baru ini, harga yang diatur sampai ke agen atau penyalur," ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman di Pekanbaru, Jumat (14/8/2015).

    Ia menyebut, dalam SK yang dikeluarkan dua Gubernur Riau sebelumnya baik Rusli Zainal atau Annas Maamun besaran HET yang dikeluarkan pemerintah provinsi tidak hanya pada agen gas elpiji subsidi tiga kilogram, tetapi juga pangkalan atau sub penyalur.

    Meski daerah tetangga yakni Kabupaten Pelalawan telah menyesuaikan elpiji subsidi atau dikenal gas melon dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per tabung, pihaknya mengatakan, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT meminta untuk diteliti lagi agar tidak memberatkan warga setempat.

    "Seperti Pelalawan sudah tetapkan Rp18.000 per tabung. Tetapi hasil pertemuan dengan pak wali kota, beliau berpesan agar diteliti betul kenaikan harga. Jangan sampai memberatkan masyarakat," terangnya.

    Jika wilayah itu menetapkan harga gas melon di bawah Rp18.000 per tabung, ia mengklaim, maka jatah dari PT Pertamina rawan penyelundupan ke Pelalawan karena harga jual di daerah tsersebut lebih tinggi dan didukung jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.

    "Ada kemungkinan besar sama dengan Pelalawan. Tetapi sebaiknya kita tunggu nanti surat balasan pemerintah provinsi, soal kejelasan margin (keuntungan) yang ditetapkan untuk agen atau sampai pangkalan total sebesar Rp2.165 per tabung," ucap dia.

    Berlarut-larutnya HET baru elpiji subsidi telah menimbulkan keresahan bagi warga masyarakat setempat karena gas elpiji 3 kilogram atau dikenal gas melon untuk wilayah Pekanbaru masih memberlakukan HET lama atau sebesar Rp16.000 per tabung.

    Tetapi sejumlah warga setempat mengaku membelinya barang subsidi pemerintah tersebut dari pangkalan setempat, sudah Rp18.000 per tabung atau bahkan lebih.

    "Saya beli gas melon di pangkalan telah Rp18.000 per tabung atau lebih tinggi Rp2.000 dari HET pemerintah kota sebesar Rp16.000 per tabung. Tiap beli, selalu begitu harganya," kata Rika Indah (29), ibu rumah tangga tinggal di kawasan Panam.

    Data terakhir Disperindag Kota Pekanbaru menyatakan, kebutuhan gas elpiji 3 kilogram untuk wilayah Kota Pekanbaru mencapai 486.000 tabung per bulan atau meningkat sekitar 17 persen dari tahun 2014 yang hanya sebesar 420.000 tabung per bulan.(*)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan EMAIL: redaksi.riaureportase@gmail.com atau (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Soal HET Elpiji, Pemko Pekanbaru Surati Plt Gubri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    KANAL & RUBRIK : NEWS PEMERINTAHAN PARLEMEN HUKRIM REPORTASE OTO TEKNO
    PROPERTI EDUKASI SPORT NASIONAL LIFESTYLE

    © 2015 www.riaureportase, All Rights Reserved
    PEMERINTAHAN : PEKANBARU SIAK BENGKALIS INHU MERANTI PILKADA PEMERINTAHAN PARLEMEN
    MANAJEMEN : REDAKSI DISCLAIMER PEDOMAN