www.riaureportase.com
13:04 WIB - KPID Riau Bentuk Pokja Pengawasan Siaran Pilkada 2018 | 21:20 WIB - Terungkap Rahasia Sukses dan Selalu Diberi Kemudahan, Ini Dia | 20:51 WIB - KPID Riau Apresiasi Rubrik Khusus Penyiaran Pilkada RRI Pro 1 | 17:07 WIB - Dibuka Kepala SKK Migas, Wartawan PWI Menangkan Empat Sepeda | 06:58 WIB - Ustadz Somad Sebut Semua Pasangan Calon Adalah Putra Terbaik Riau | 16:16 WIB - Polda Riau Gesa Kelengkapan Berkas Dua Korporasi Pembakar Lahan
Jum'at, 17 08 2018
Follow: Google+
 
BIN Disebut Lambat Usut Aktor Karhutla
Senin, 21/09/2015 - 17:06:10 WIB

TERKAIT:
 
  • BIN Disebut Lambat Usut Aktor Karhutla
  •  

    JAKARTA -  Perlu adanya dukungan dan semua pihak dalam mengusut para perusahaan nakal pembakaran hutan. Meski sudah ada penyidik di daerah, koordinasi antara satu pihak dengan yang lain measih perlu ditingkatkan.

    "Sebenarnya sudah ada BIN di daerah, namun perlu diperkuat lagi," ungkap Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raffles B Panjaitan, kemarin. Meski demikian, peran BIN masih sangatlah kurang dalam pengusutan aktor di balik pembakaran hutan di daerah. Tak hanya itu, hingga kini penyocokan data antar instansi pemerintah/ lembaga pun masih belum terselesaikan.

    Permasalahan yang cukup kompleks ini seharusnya dapat terselesaikan jika pemerintah mau serius dalam penangaanannya. "BIN seharusnya bergerak cepat dan sudah jalan sejak lama, ini masih lambat," ungkap Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi. Hal ini akan berpengaruh pada geo-politik negara Indonesia dengan hubungannya dengan negara lain. Bencana asap yang terus berulang ini menyebabkan kepercayaan negara lain akan menurun.

    Organisasi lingkungan, Walhi, pun menyayangkan sikap pemerintah yang terlalu murah hati dalam mengeluarkan izin pengelolaan hutan secara masif. Pengawasan pun masih sangat kurang terkait dengan prosedur penggunaan lahan dan kapasitas sumber daya dalam mengawasi lahan. 

    Tak hanya itu, Walhi melansir sekitar 50 perusahaan di Indonesia, lahan konsesnsinya memiliki titik api kebakaran hutan. Banyak di antaranya tidak memiliki sarana dan prasarana untuk menanggulangi kebakaran hutan. Data tersebut didasarkan pada audit KLHK pada tahun lalu.

    Kepala Unit Kajian Walhi menyebutkan ada 17 perusahaan yang tidak siap menanggulangi kebakaran hutan. 13 diantaranya itu perusahaan besar yang juga terdaftar di bursa Singapura. Padahal, Indonesia memiliki Undang-undang perkebunan yang mewajibkan setiap perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersbut. Jelas ini menjadi sebuah contoh ketidaktegasan pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan.

    Pernyataan tersebut disanggah oleh Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan. Dia menyebutkan titik api kebanyakan berada di luar lahan konsesi atau perkebunan sawit. Kalaupun ada kebakaran di wilayah konsensi, pengusaha atau perusahaan bukan yang sepenuhnya bertanggung jawab atas hal tersebut. Hal ini ditampiknya bahwa pengusaha melakukan hal tersebut. "Bisa jadi merembet atau ketidaksengajaan. Karena ini juga tidak menguntungkan bagi pengusaha," ungkapnya. 

    Sementara itu, tim masih terus berupaya untuk memadamkan api. Tidak ada kata libur untuk mereka. Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, upaya pemadaman di lahan gambut memang cukup susah. Kalaupun api telah padam di permukaan, sejatinya di dalam masih terus berkobar. sehingga tak heran, asap yang dikeluarkan pun masih terus.

    Seperti yang terjadi di Pelalawan, Riau. "Saking pekatnya, asap seperti awan panas bentuknya," tuturnya. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan EMAIL: redaksi.riaureportase@gmail.com atau (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • BIN Disebut Lambat Usut Aktor Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    KANAL & RUBRIK : NEWS PEMERINTAHAN PARLEMEN HUKRIM REPORTASE OTO TEKNO
    PROPERTI EDUKASI SPORT NASIONAL LIFESTYLE

    © 2015 www.riaureportase, All Rights Reserved
    PEMERINTAHAN : PEKANBARU SIAK BENGKALIS INHU MERANTI PILKADA PEMERINTAHAN PARLEMEN
    MANAJEMEN : REDAKSI DISCLAIMER PEDOMAN