www.riaureportase.com
13:04 WIB - KPID Riau Bentuk Pokja Pengawasan Siaran Pilkada 2018 | 21:20 WIB - Terungkap Rahasia Sukses dan Selalu Diberi Kemudahan, Ini Dia | 20:51 WIB - KPID Riau Apresiasi Rubrik Khusus Penyiaran Pilkada RRI Pro 1 | 17:07 WIB - Dibuka Kepala SKK Migas, Wartawan PWI Menangkan Empat Sepeda | 06:58 WIB - Ustadz Somad Sebut Semua Pasangan Calon Adalah Putra Terbaik Riau | 16:16 WIB - Polda Riau Gesa Kelengkapan Berkas Dua Korporasi Pembakar Lahan
Rabu, 21 Februari 2018
Follow: Google+
 
Karyawan Apple Mart Sorek tak Terdaftar di Disnaker
Kamis, 23/07/2015 - 03:23:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Karyawan Apple Mart Sorek tak Terdaftar di Disnaker
  •  

    PANGKALAN KURAS - Amat disayangkan pihak pengelolah pusat perbelanjaan Apple Mart yang berdiri di Kampung Baru, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, para pegawainya (tenaga kerja) sama sekali tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan. 

    Bahkan, upah untuk para pekerjanya, pihak mengelolah hanya membanderol Rp 1 juta setiap bulannya. Tentu saja kondisi itu sangat jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pelalawan senilai Rp 1,9 juta per bulannya. 

    Selain itu, suara mesin genset yang tidak menggunakan sistem peredam amat dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. 

    "Setahu saya, memang gaji pegawainya. Rp 1 juta per bulan, itu berdasarkan cerita karyawannya sendiri. Selain itu suara bising yang ditimbulkan oleh mesin gensetnya bila menyala sangat mengusik ketentraman masyarakat," ungkap sumber ini kepada wartawan, Rabu (22/7/2015). 

    Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan, Nasri Fiesda, membenarkan jika pusat perbelanjaan Apple Mart di Sorek Satu sama sekali tidak mendaftarkan tenaga kerjanya ke Dinas. Pada hal, sesuai prosedur, pihak bidang usaha mesti mendaftarkan nakernya sebelum beroperasi. 

    "Kita akan turunkan tim dalam waktu dekat ke Apple Mart, kok bisa melanggar prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kita akan tindak dan segel bila pihak Apple Mart membandel," tegas Kadisnaker Nasri Fiesda, Rabu (22/7/2015). 

    Selain itu, Restoran Apple mart yang berada dilantai atas dengan nama ZFC juga tidak memberlakukan aturan pajak PPN sebesar Rp 10 persen kepada setiap pelanggan. Jelas, kondisi tersebut tidak mendatangkan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

    Padahal, Apple Mart yang beroperasi sejak Januari 2015 itu bila berdiri sesuai prosedural dan taat membayar PPN 10 persen sudah barang tentu berapa rupiah yang masuk ke kas daerah. Otomatis praktek Apple Mart ini merugikan Pemkab Pelalawan dan wajib ditindak. 

    Rudi Gunawan, Manager Apple Mart saat ditemui diruang kerjanya, mengaku masih tahap training dan dirinya hanya menjalankan aturan manajemen terdahulu. 

    "Saya masuk disini pada bulan April kemarin, jadi segala aturannya saya melanjutkan aturan manajemen terdahulu. Nanti saya akan sampaikan ke manajemen lebih tinggi terkait temuan naker yang belum terdaftar di Disnaker dan upah yang belum sesuai UMK. Begitu pula soal suara genset yang bising, nanti akan kita sampaikan ke manajemen," ujarnya. 

    Rudi juga tak menampik bahwa sejumlah pekerja sering mengeluhkan gaji murah itu kepada dirinya. Sebagai atasan, dirinya akan pantau kinerja pegawai yang memiliki skil dan kemampuannya dan secara bertahap gaji pegawai akan dinaikkan. 

    Anto, sang Big Bos Apple Mart, dikonfirmasi via telpon selulernya, tak ada jawaban. (rrc3)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan EMAIL: redaksi.riaureportase@gmail.com atau (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Karyawan Apple Mart Sorek tak Terdaftar di Disnaker
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    KANAL & RUBRIK : NEWS PEMERINTAHAN PARLEMEN HUKRIM REPORTASE OTO TEKNO
    PROPERTI EDUKASI SPORT NASIONAL LIFESTYLE

    © 2015 www.riaureportase, All Rights Reserved
    PEMERINTAHAN : PEKANBARU SIAK BENGKALIS INHU MERANTI PILKADA PEMERINTAHAN PARLEMEN
    MANAJEMEN : REDAKSI DISCLAIMER PEDOMAN