www.riaureportase.com
13:04 WIB - KPID Riau Bentuk Pokja Pengawasan Siaran Pilkada 2018 | 21:20 WIB - Terungkap Rahasia Sukses dan Selalu Diberi Kemudahan, Ini Dia | 20:51 WIB - KPID Riau Apresiasi Rubrik Khusus Penyiaran Pilkada RRI Pro 1 | 17:07 WIB - Dibuka Kepala SKK Migas, Wartawan PWI Menangkan Empat Sepeda | 06:58 WIB - Ustadz Somad Sebut Semua Pasangan Calon Adalah Putra Terbaik Riau | 16:16 WIB - Polda Riau Gesa Kelengkapan Berkas Dua Korporasi Pembakar Lahan
Sabtu, 22 09 2018
Follow: Google+
 
Pangkalan Elipiji Nakal
Dispas Pelalawan Ditantang Tertibkan 'HR Gas'
Minggu, 12/07/2015 - 04:50:57 WIB

TERKAIT:
 
  • Dispas Pelalawan Ditantang Tertibkan 'HR Gas'
  •  

    BANDAR PETALANGAN - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pelalawan yang di nakhodai oleh Zuerman Das dinilai mandul. 

    Pasalnya, razia pasar dan inspeksi mendadak terkait penertiban Pangkalan Elpiji nakal hanya dilakukan di ibukota Kabupaten, Pangkalan Kerinci. 

    Alhasil, sejumlah pangkalan gas di lintas kecamatan bebas meliuk lakukan praktek di luar prosedur. Tentu saja akibatnya masyarakat menjerit dan kelabakan oleh ulah pangkalan nakal tersebut. 

    SY, warga Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan mengatakan, bahwa sudah jelas-jelas Pangkalan Gas yang bernama 'HR Gas' milik Maiwalizen, Kepala Sekolah SDN Lubuk Raja bermasalah. Pasalnya, pangkalan gas menjual ke masyarakat jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). 

    "Dinas Pasar jangan menunggu laporan dari masyarakat tanpa melakukan aksi ke bawah. Jika harus menunggu laporan masyarakat, maka sudah menjerit terkapar masyarakat baru bertindak, ini namanya dinas yang tidak pro kepada masyarakat. Kadis Pasar tolong bekerjalah untuk rakyat, perintahkan anggota untuk menyegel pangkalan HR Gas yang di Lubuk Terap ini karena sudah menyalahi prosedur," tantang warga ini kepada Kadis Pasar. 

    Kesalahan fatal yang bukan menjadi rahasia umum lagi oleh pangkalan HR Gas, yakni pangkalan ini memiliki dua izin, pertama untuk izin Kecamatan Bandar Petalangan dan izin kecamatan Bunut. 

    Khusus untuk izin kecamatan Bunut, gas nya kenapa dibongkar di rumah Kumis Gorong-gorong, tidak di Kecamatan Bunut. Bahkan, elpiji ukuran 3 kg di pangkalan HR Gas ini dijual bebas ke daerah lain dengan partai besar dengan harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu setiap tabungnya. 

    "Yang lebih menyakitkan lagi, masyarakat Lubuk Terap sendiri yang datang membeli gas, pemilik selalu bilang gas telah habis. Tapi lain ceritanya jika yang datang membeli gas dalam jumlah yang banyak, maka gas nya langsung ada. Kondisi ini sudah lama kami rasakan dan sejujurnya kami sudah muak oleh ulah nakal pangkalan gas ini. Selain itu, oleh aparat desa Lubuk Terap, sama sekali tidak ada teguran dan peringatan. Informasi ini benar adanya dan bisa dipertanggung jawabkan dunia dan akherat. Saya berani bersumpah demi Allah, bahwa HR Gas menjual gas jauh di atas HET kepada masyarakat," tegasnya.

    Jadi, Dinas Pasar tunggu apa lagi, jika ingin membela dan bekerja untuk masyarakat, segera bertindak dan segel pangkalan nakal HR Gas di Lubuk Terap. 

    Tapi, lain persoalannya bila pihak-pihak berkompeten sudah menerima upeti, maka praktek terlarang tersebut menjadi tumbuh subur dan sulit untuk dihapuskan. (rrc3)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan EMAIL: redaksi.riaureportase@gmail.com atau (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Dispas Pelalawan Ditantang Tertibkan 'HR Gas'
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    KANAL & RUBRIK : NEWS PEMERINTAHAN PARLEMEN HUKRIM REPORTASE OTO TEKNO
    PROPERTI EDUKASI SPORT NASIONAL LIFESTYLE

    © 2015 www.riaureportase, All Rights Reserved
    PEMERINTAHAN : PEKANBARU SIAK BENGKALIS INHU MERANTI PILKADA PEMERINTAHAN PARLEMEN
    MANAJEMEN : REDAKSI DISCLAIMER PEDOMAN